Kamis, 10 Maret 2016

Gadget aja mati, kalo ga dicharging baterai nya...



Charging
          Saya akan menceritakan sedikit pengalaman dalam berorganisasi ketika saya SMA saja. Karena saat ini saya menjadi mahasiswa yang pasif dalam keorganisasian. Dari sejak SMP sampai sekarang pasif itu melekat pada diri saya, tak heran jika sampai saat ini saya tidak banyak pengalaman dan teman. Namun, saat SMA saya tergerak hatinya untuk mengikuti salah satu organisasi.
          Hidayah itu muncul pada sosok organisasi dunia akhirat. Ya, kalian pasti tahu istilah rohis di sekolah dulu, nah organisasi di sekolah saya dulu dinamakan Ikatan Remaja Mesjid, tepatnya Ikatan Remaja Mesjid Al-Kautsar. Tidak ada yang istimewa dan keren pada organisasi ini, biasa saja seperti organisasi rohis sekolah lainnya. Dibungkus dengan lebel islami, tentu organisasi ini diisi dengan orang-orang alim didalamnya. Para guru dan pembimbing serta kaka-kaka alumni dan istilah guru ngaji pun sudah expert di bidang keislamannya.
Berbanding terbalik dengan saya yang masih jauh dari kata peremuan muslimah yang seharusnya tau batasan-batasan aurat yang benar dan syar’i dalam pakaiannya. Ya, hanya saja saya berkeinginan untuk merubah sedikitlah dari kebiasaan buruk menjadi baik. Itu mungkin salah satu minat saya ikut organisasi tersebut. Solve in the problem? Tentu saya dapatkan. Itu balik lagi pada masing-masing individu, kita tahu dalam berorganisasi itu ada masa-masa seleksi alam. Nah, saya yang termasuk akan terseleksi karena terkadang saya merasa sudah nyaman pada zona ini, tapi harus pergi melawan zona-zona tidak nyaman itu. Ya, rapat, liqo (ngaji+ dapat ceramah lah). Dalam perkumpulan seperti itu, hati saya tergerak dalam merenungi keadaan saya, yap keadaan dimana hamba dan Tuhannya terasa jauh. Sharing dan solusi yang tentunya bersumber pada Al-Quran dan Hadits. Saya mengakui, itu semua keren. Karena saja saya tidak pernah mengetahui semua itu, saya buta ilmu dan buta hati.
Organisasi pasti berinteraksi dong, iya berkomunikasi dengan orang-orang. Saya pasif bergerak, berorganisasi, dan pasif ngobrol saya akui itu dengan jelas. Tapi, saat berorganisai tidak berinteraksi, mending tidur aja. Ya, walaupun saya tidak aktif banget lah ya, tapi ada ngobrol nya sama yang disampig saya misalnya. Nanya kalo ga ngerti sama yang saya kenal, dan mencoba interaksi intensif bersama mentor pengajian itu, yah menyenangkan. Ya, menyenangkan jika berteman dengan orang-orang baik. Apa yang diucapkan ada manfaatnya, tidak seperti saya yang hanya berucap sia-sia.
Setelah berinteraksi sudah ada dalam poin-poin sebuah komunitas atau organisasi. Berikutnya adalah organisai pasti melakukan kegiatan. Kegiatan sesuatu yang membuat kita tidak berdiam saja, aktif tidak pasif. Alhamdulillah saya lumayan aktif awal-awal haha.. Kegiatan yang nyambung dengan organisasi saya ini adalah…… tahu kan lah ya, selain yang ngaji dan ikut dengerin tausiyah atau ceramah? Seperti kegiatan menyembelih qurban, bukber, temu alumni, maulid nabi, dan  program kerja lainnya seperti, kegiatan lomba-lomba nasyid, MTQ, kaligrafi, puisi, eadzan dll untuk tingkat MTs/SMP sederajat se-Priangan Timur. Dengan harapan dan goals menjadikan manusia yang bertaqwa.
Menyenangkan, minder, dibuat mikir, keren, semua itu didapat disini. Di oragnisasi yang jadi bahan olokan orang karena selalu dianggap alim dan soleh serta solehah, padahal anggota seperti saya saja mungkin lebih buruk dari mereka. Karena memang menilai orang dari cover dulu itu benar kebanyakan adanya seperti itu. Alhamdulillah, disini saya menemukan teman-teman yang baik soleh dan solehah. Dibalik cerita masa lalu mereka yang berbeda-beda. Asyik menjadi bagian dari keluarga yang meyakinkan kita untuk terus berusaha berbuat baik terhadap diri kita sendiri dan orang di sekitar kita.
Ibaratkan gadget atau handphone yang akan mati jika baterainya habis,  maka harus di charge. Saya juga perlu men-charging iman saya. Iman manusia naik –turun , dan media organisasi ini menyediakan pen-chargingnya. Ilmu yang didapat dari tausyiah rutin ini, bermanfaat. Saya merasakannya, karena rohani juga perlu dikasih makan. Terimakasih, sudah ikhlas men-charging iman saya.
Beberapa  dokumentasi :