Kali ini, saya akan membahas
tentang makanan. Makanan tradisional lebih tepatnya, makanan-makanan tradisional
Indonesia ini memang patut untuk dilestarikan. Salah satunya makanan
tardisional asal Semarang. Nah, jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan
Ilmu Budaya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga punya acara yang keren nih.
Pada tanggal 17-18 Mei 2016, bertempat di lantai 1 perpustakaan UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta, telah terselenggara dengan meriah pameran literasi budaya
IDKS tahun 2016 ini. Bicara tentang makanan tradisional tersebut, tidak hanya
dari pulau Jawa saja, tetapi berbagai daerah di Indonesia. Seperti makanan dari
pulau Sulawesi, Maluku dan Bali. Dalam pameran tersebut juga dimeriahkan dengan
hiburan-hiburan dari para mahasiwa ilmu perpustakaan, pemutaran film buatan
mereka hingga penampilan story tell dan speech juga. Guest lecture juga
tentunya menjadi agenda yang tidak kalah pentingnya, karena itu juga kita dapat
menambah ilmu.
Di hari pertama itu kita
mendapatkan ilmu di Guest Lecture yang terselenggara dengan baik tentunya
dilanjut dengan hiburan-hiburan acoustic music dari para mahasiswa. Nah untuk
makanannya sendiri ini, kita mendapat banyak respon dari pengunjung. Ada banyak
stand yang tersedia, terdiri dari 1-8 stand. Itu semua menawarkan berbagai
macam makanan tradisional. Para pengunjung dapat menikmati makanan tersebut
dengan mencicipinya. Setiap stand tidak hanya memberikan atau menjajakan
makanan saja tapi pengunjung diberikan informasi mengenai makanan tersebut,
seperti halnya dengan sejarah dan filosofinya. Disinilah peran literasai
informasi, memberikan informasi mengenai makanan tersebut kepada para
pengunjung, dan tentunya dengan rujukan yang jelas informasi itu didapatkan.
Pada hakikatnya, pameran literasi budaya ini memberikan satu titik terang bahwa
informasi itu dapat disebarluaskan ke publik dengan media apapun. Tetunya media
seperti ini dirasa sangat efektif untuk menyebarluaskan informasi dengan cara
yang tidak membosankan.
Untuk stand saya sendiri, saya
dengan teman sekelompok saya menyajikan makanan-makanan tradisional Jawa
seperti dari Yogyakarta, Semarang dan ada juga dari daerah Bali. Dimulai dari
hari peertama menyajikan makanan Paceri asal Semarang dan makanan Manuk Nom
dari daerah DIY. Itu 2 menu utama di hari pertama dan kedua, ditambah dengan
makanan –makanan tambahan lainnya. Serta minuman jahe panas, benar-benar makanan
dan minuman khas Jawa. Untuk stand lainnya, juga menyediakan makanan dan
minuman yang memang sudah jarang ditemui. Menambah point plus juga bagi
stand-stand yang menghias begitu menarik sesuai tema makanan yang disajikan,
seperti mengenakan kebaya, sorjan, songket, pakaian adat Bali dan semacamnya.
So, anak perpustakaan punya hal sekeren ini tiap tahunnya, kalian masih
menganggap kami dibawah standar kalian ? hahaha terimakasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar